Spread the love

Bermain judi bola sudah menjadi kebiasaan banyak pemain taruhan. Biasanya, pertandingan yang dipakai sebagai acuan adalah liga sepak bola Inggris atau Eropa. Meski Asia juga memiliki liga serupa, hanya sedikit pemain yang mengambil taruhan ini. Penyebab utamanya adalah tingkat match-fixing yang cukup tinggi. Apa pengaruh match-fixing pada hasil akhir pertandingan dan taruhan pemain?

Match-fixing Judi Bola Berpusat Di Asia

Menurut para pakar taruhan online, pertandingan sepak bola di Asia tidak bisa disebut sebuah liga. Poin ini disampaikan pula dalam buku berjudul The Insider Guide to Match-Fixing Footbal. Ia mengatakan bahwa Asia merupakan pusat terbesar untuk bandar bola. Sejauh ini ada dua belas sindikat besar yang mengendalikan jalannya pertandingan bola di Asia. Hanya sedikit yang berkantor di Eropa.

Setiap sindikat memiliki berbagai agen yang bekerja untuk mereka. Agen ini bekerjasama lagi dengan ribuan bandar untuk mengumpulkan taruhan para pemain. Jika sebagian besar pemain lebih mendukung tim A, maka sindikat akan membuat pertandingan menjadi seri atau tim A kalah. Intinya, sindikat akan memilah taruhan mana yang akan dimenangkan agar mereka untung besar.

Peran Whistleblower Judi Bola

Tradisi Match-fixing ini bukan kali pertama. Kabarnya, tindak criminal ini telah berjalan selama puluhan tahun. Selama itu, belum ada pihak manapun yang berhasil meringkus otak sindikat dan para pelaku match-fixing. Organisasinya tertata rapi dan tidak bisa dipatahkan dengan mudah. Tingkatan terendah dalam struktur tersebut dikenal dengan nama whistleblower.

Whistleblower adalah orang orang yang mengaku terlibat dalam kegiatan match-fixing. Biasanya orang orang ini adalah para pejabat negara yang mengurusi bidang olahraga. Ketika para whistleblower ini muncul, mereka pun ditangkap dan dihukum untuk kejahatan yang mereka lakukan. Jarang sekali ada investigasi lanjutan untuk mengungkap siapa orang utama dibalik match-fixing ini.

Trik Tim Diluar Prediksi Judi Bola

Untuk melawan praktek match-fixing di liga sepak bola, cara termudah yang bisa dilakukan adalah membuat sistem penghargaan berjenjang. Dalam pertandingan sebenarnya, kecurangan ini bukan satu satunya alasan yang membuat prediksi pemain taruhan meleset. Pada beberapa kasus, tim sepak bola dengan sengaja kalah untuk mendapatkan benefit lain di musim selanjutnya.

Dengan adanya penghargaan berjenjang, tim sepak bola akan memiliki motivasi lebih dalam bertanding. Selain itu, para anggota sindikat juga akan semakin kesulitan untuk mengontrolniatan tim untuk menang. Pilihan lain yang bisa diambil adalah memberi insentif khusus bagi pemain atau tim terbaik di liga tersebut.

Siapa yang menjadi pemenang akhir di liga sepak bola seharusnya ditentukan dari hasil adu kemampuan antar tim. Namun demikian, ada beberapa pihak yang bisa mengubah hasil sesuai dengan keinginan mereka. Dengan kata lain, oknum ini melakukan match-fixing. Tentu saja hal ini merugikan para pemain taruhan bola yang telah bekerja keras untuk memprediksi tim mana yang menang. Setuju?

Pemain Akan Terus Merugi Jika Judi Bola Tetap Terpenjara Sistem Match-Fixing